Lebih Baik Sewa Apartemen, Rumah, Atau Kredit KPR?

Ini adalah pertanyaan yang pasti muncul di benak orang-orang muda usia 20-30 an: lebih baik sewa apartemen ,rumah atau mengajukan aplikasi kredit KPR? Setelah hunian apartemen kian marak akhir-akhir ini, opsi dalam pertanyaan itu pun kadang sedikit berubah jadi sewa rumah/apartemen atau beli rumah/apartemen?

Jawaban pertanyaan itu bisa beragam, tergantung pada daerah tempat Anda berdomisili dan kondisi keuangan Anda. Oleh karena itu, artikel ini tidak akan memberi jawaban pasti diantara pilihan-pilihan itu, melainkan memberi Anda tiga bahan pertimbangan untuk memilih mau sewa apartemen, rumah atau mengajukan kredit KPR .

1. Berapa Lama Anda Berniat Untuk Tinggal Di Suatu Tempat?

Para karyawan muda yang baru memulai karir sering lupa bahwa mereka mungkin tidak akan selamanya tinggal di kota yang sama. Mengejar karir seringkali berarti harus bersedia berganti pekerjaan, dimutasi atau dipromosikan ke kedudukan lebih tinggi di kota berbeda, atau bahkan menjalani sekolah atau training di luar negeri. Apabila Anda termasuk orang yang belum sepenuhnya mapan seperti ini, maka ada baiknya Anda tinggal di kos-kosan saja, atau sewa apartemen atau rumah. Sebaliknya, bisa pekerjaan Anda memiliki tingkat kemapanan tinggi, seperti guru atau dosen, maka mengambil kredit KPR mungkin lebih hemat dan tepat.

Rumus mudahnya: Jika Anda berencana tinggal di suatu kota selama lima tahun atau lebih, maka sebaiknya Anda mengajukan kredit KPR. Jika tidak, maka ada baiknya menyewa rumah saja dahulu.

2. Biaya Tempat Tinggal Per Bulan

Di kota kecil, harga sewa rumah per bulan bisa jadi sama dengan atau malah lebih tinggi daripada cicilan kredit KPR tiap bulan. Sebaliknya, di kota besar atau metropolitan seperti Jakarta, sewa rumah umumnya adalah opsi yang lebih murah. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan akan menyewa atau membeli, lakukan dulu penelitian kecil-kecilan di lingkungan pemukiman yang Anda sukai; berapa besar sewa rumah/apartemen per bulan? berapa besar cicilan jika Anda membeli rumah/apartemen yang serupa atau berkualitas lebih baik?

Seorang penasehat keuangan pernah menyebutkan rumus mudah: kalikan biaya sewa rumah Anda dengan 240. Jika harga pembelian rumah sama dengan atau kurang dari itu, maka sebaiknya Anda ambil kredit KPR. Angka 240 itu merepresentasikan jumlah bulan dalam 20 tahun, dengan asumsi bahwa cicilan KPR Anda akan memakan waktu 20 tahun.

3. Apakah Anda Bersedia Repot-Repot Merawat Rumah?

Dibandingkan dengan mengelola rumah sendiri, bertempat tinggal di kos-kosan terhitung sangat praktis; Anda tak perlu repot berpikir tentang tagihan listrik, air, pajak, iuran sampah, jadwal ronda, rapat desa, dan lain sebagainya. Belum lagi masalah perbaikan jika rumah mengalami kerusakan, atap bocor, listrik konslet, dan sejenisnya. Ketika Anda menyewa rumah, maka urusan-urusan tersebut bisa jadi diurus bersama dengan pemilik rumah, atau dibagi dengan teman sekontrakan. Namun saat Anda sudah memiliki rumah, walaupun itu hanya kredit KPR, Anda sudah harus mengurus semuanya sendiri.

Nah, pertanyaannya, apakah Anda sudah siap menghadapai urusan-urusan tersebut? Jika ya, maka segeralah siapkan segala persyaratan aplikasi kredit KPR Anda. Tetapi jika belum siap, maka bersantailah dulu di tempat tinggal sewaan.

Kredit KPR = Kredit Sambil Investasi

Disamping ketiga pertimbangan tersebut, keunggulan kredit KPR dibanding menyewa rumah adalah kepemilikan atas rumah yang nilainya tentunya akan terus meningkat seiring waktu, sebagaimana investasi properti. Rumah sewaan bukan milik kita, walaupun kita sudah membayar mahal setiap bulannya. Disisi lain, dengan membayar cicilan kredit KPR yang besarnya bisa jadi sama saja, Anda secara bertahap ‘memiliki’ rumah tersebut, yang kelak bisa dijual dengan harga lebih tinggi lagi.

Apartemen berbeda lagi. Walaupun apartemen termasuk properti dan saat ini banyak yang “berinvestasi properti” dengan membeli apartemen, tetapi nilai apartemen berbeda dengan rumah. Kepemilikan rumah disertai dengan hak guna dan tanah, tetapi kepemilikan apartemen dibatasi oleh kepemilikan gedungnya. Katakanlah apartemen hancur karena gempa atau kebakaran, apakah pengelola gedung akan membangun lagi atau tidak, bukan kita yang menentukannya, walaupun kita memiliki apartemen di gedung tersebut. Atas dasar ini, nilai investasi apartemen pada umumnya lebih rendah daripada rumah, dan kadang-kadang nilai apartemen yang jelek malah bisa merosot dari tahun-ke tahun. Juga, pengajuan kredit griya atas apartemen biasanya lebih sulit daripada kredit KPR rumah biasa.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa jika dari ketiga pertanyaan diatas Anda sudah mantap melakukan aplikasi kredit KPR, itu bisa jadi investasi masa depan bagi Anda. Namun, jangan lupa juga bahwa aplikasi kredit KPR membutuhkan persyaratan finansial dan non-finansial yang perlu dipenuhi. Diantaranya adalah pendapatan minimum (bervariasi setiap bank) serta uang muka pembelian rumah atau apartemen. Apabila Anda belum sanggup memenuhi limit pendapatan minimum dan uang muka, maka ada baiknya Anda menikmati pemukiman sementara dulu sembari mengumpulkan dana-dana tersebut. Pun, bunga kredit KPR biasanya flat hanya di tahun pertama saja, sedangkan tahun berikutnya akan mengambang cenderung naik; sehingga jika pendapatan tahunan Anda tidak meningkat, Anda bisa jadi akan kesulitan di masa depan.